Spanyol Terancam Didiskualifikasi dari FIFA 2018

Spanyol Terancam Didiskualifikasi dari FIFA 2018

Mantan presiden Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) sekaligus wakil presiden UEFA Angel Maria Villar karena menempatkan tim nasional Spanyol dalam risiko di Piala Dunia 2018 di Rusia pada musim panas mendatang.

FIFA memperingatkan RFEF jika pemerintah Spanyol masih mengganggu dalam proses pemilihan presiden RFEF dapat menyebabkan tim nasional Spanyol kehilangan kesempatan untuk bertanding di Piala Dunia musim panas yang akan diselenggarakan sebentar lagi.

RFEF saat ini dipimpin oleh Juan Luis Larrea setelah Angel Maria Villar mengundurkan diri karena tuduhan korupsi.

Villar mengatakan bahwa FIFA memerintahkan kepada pihak-pihak yang terkait untuk menegakkan hukum dan untuk memenuhi peraturan dan undang-undang yang telah dibuat oleh FIFA. Superior Sport Council (CSD) membuat Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) melanggar undang-undang tersebut dan CSD adalah satu-satunya pihak yang harus bertanggung jawab bila Spanyol sampai didiskualifikasi dari FIFA 2018.

CSD merupakan organisasi otonom, tetapi keuangannya tergantung pada pemerintah dan presiden Spanyol: Jose Lamon Lete yang dipilih oleh pemerintah yang berkuasa.

Villar juga membandingkan kondisi sepak bola negaranya dengan negara-negara lain.

“Kini muncul pertanyaan yang mestinya disampaikan pada diri kita sendiri, mengapa negara-negara lain seperti Jerman, Inggris dan Italia tidak memiliki masalah seperti Spanyol? Jawabannya adalah lembaga pemerintahan mereka menghormati otonomi dan kemerdekaan Federasi Sepak Bola negara setempat.” Ucap Villar.

Mantan wakil presiden UEFA juga memiliki kata-kata kasar yang disampakan untuk presiden La Liga sekaligus musuh lamanya Javier Tebas serta untuk perdana menteri Spanyol.

“Tuan Tebas telah mencoba untuk menghukum dan melecehkan saya, dia telah mengajukan enam keluhan untuk membuka file disiplin. Dia telah menghina dan memfitnah saya di media. Dia telah melakukan tindakan kriminal terhadap saya. Jika ada kemungkinan ia melakukan perbuatan kriminal kepada saya atau melawan situasi yang kami hadapi, saya akan berpikir apakah saya akan melakukan tindakan kriminal atau tidak.”

Ia menambahkan pernyataannya atas kritikan Perdana Menteri Spanyol Rajoy “Saya sangat terkejut ia bisa mengetahui segala hal. Jika saya kembali menjadi presiden RFEF saya akan mempekerjakan dia sebagai asisten saya. Karena dengan begitu ia akan mengetahui banyak hal yang terjadi di RFEF lebih dari ketika ia menjabat sebagai Perdana Menteri.”

Akar Permasalahan Sepak Bola Spanyol

Risiko didiskualifikasinya Spanyol dari FIFA 2018 yang bakal diselenggarakan di Rusia pada musim panas berawal dari Piala Dunia 2010 di mana pemerintah Spanyol ikut campur dalam pemilihan presiden Federasi Sepak Bola Spanyol atau yang dalam bahaa Spanyol disingkat RFEF.

Campur tangan pemerintah Spanyol terjadi ketika Angel Maria Valler masih menjabat sebagai presiden RFEF dan ditangkap dalam Operasi Soule yang merupakan operasi anti korupsi yang menargetkan beberapa pejabat tinggi yang diperkirakan melakukan tindak kejahatan korupsi.

Kemudian Dewan Olahraga Tinggi (CSD / pengadilan olahraga Spanyol) meminta agar dilakukan pemilihan ulang presiden RFEF.

Perintah dari CSD untuk melakukan pemilihan presiden RFEF tersebut dianggap oleh FIFA sebagai bentuk campur tangan pemerintah terhadap organisasi sepak bola otonom.

FIFA mengirimkan surat kepada Federasi Sepak Bola Spanyol yang berisi peringatan jika pemerintah Spanyol tetap ikut campur dalam pemilihan presiden RFEF maka Spanyol bisa dikeluarkan dari asosiasi FIFA.

Fakta menariknya, Operasi Soule diawasi oleh hakim Pengadilan Tinggi (setara Mahkamah Agung di Indonesia) dan merupakan bentuk investigasi terhadap kemungkinan penyalahgunaan keuangan RFEF untuk kampanye Villar agar dipilih kembali sebagai presiden RFEF.

Para penyelidik mengklaim bahwa Villar telah membayar (menyogok) kepala RFEF di tingkat regional agar dapat mengamankan posisinya dalam pemilihan presiden RFEF untuk masa jabatan berikutnya.

Yang menjadi masalah adalah ketika Villar ditangkap ia masih menjabat sebagai presiden RFEF dan ia menolak untuk mengundurkan diri. Ia hanya dibebaskan dengan jaminan.

Ia mengatakan bahwa ia adalah korban dari permainan politik kotor pemerintah Spanyol.

Mengapa Spanyol Bisa Terancam Didiskualifikasi dari FIFA?

FIFA memiliki peraturan yang tertuang pada pasal 13 yang berbunyi: “Setiap anggota FIFA harus mengelola urusan mereka secara independen dan memastikan bahwa tidak ada campur tangan pihak ketiga dalam urusan mereka.”

Updated: March 23, 2020 — 10:38 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *