Categories
Bola

Berkenalan dengan Negara Peserta Piala Dunia 2018 di Rusia

Berkenalan dengan Negara Peserta Piala Dunia 2018 di Rusia

Gegap gempita piala dunia mulai terasa. Inilah saatnya seluruh masyarakat dunia untuk merayakan pesta sepak bola. Turnamen yang terselenggara empat tahun sekali ini berhak mendapat perhatian lebih. Hal tersebut dikarenakan euforia yang terasa dari seluruh lapisan masyarakat.

Piala dunia telah mengalami banyak perkembangan dan perbaikan. Segala macam upaya di berbagai sisi turnamen dibenahi untuk penyelenggaraan yang lebih sempurna. Tidak sedikit pro dan kontra dirasakan oleh banyak pihak. Namun, hal tersebut tidak mampu membendung semangat perayaan salah satu cabang olah raga yang selalu mendapat tempat di hati masyarakat.

Dimulai dari pertandingan sepak bola internasional yang tidak cukup terkenal, sekarang ini piala dunia memiliki banyak penggemar. Masyarakat dari seluruh penjuru dunia meramaikan piala dunia. Entah mendukung tim dari negaranya sendiri, ataupun tim kesayangannya yang lain.

Perbedaan waktu yang terjadi tidak menyurutkan semangat para pendukung. Seperti di Indonesia, waktu penyelenggaraan pertandingan kebanyakan berbeda dengan waktu normal dalam negeri. Kebanyakan pertandingan dimulai pada dini hari, saat dimana masyarakat Indonesia beristirahat.

Hal tersebut tidak menghalangi keinginan masyarakat untuk menonton pertandingan sepak bola. Padahal seperti yang diketahui, Indonesia tidak ikut berpartisipasi dalam pertandingan tersebut. Masyarakat Indonesia cenderung mendukung tim kesayangan masing-masing sesuai dengan faktor apapun yang dijadikan pertimbangan mereka.

Kendati demikian, semuanya larut dalam gegap gempita perayaan cabang olah raga sepak bola. Hal tersebut menunjukkan bahwa betapa besarnya pengaruh sepak bola untuk menyatukan banyak pihak.

Tahun 2018 merupakan turnamen ke-21 piala dunia yang pernah diselenggarakan. Rusia menjadi negara beruntung selanjutnya yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan turnamen piala dunia. FIFA sebagai pihak penyelenggara telah melakukan banyak persiapan sebelumnya. Termasuk menyeleksi tim mana saja yang berhak bertanding di turnamen final. Total ada 32 tim yang bisa bertanding di piala dunia 2018.

Setelah Rusia diputuskan menjadi tuan rumah, pada Maret 2017 terpilihnya salah satu tim yang bisa bertanding di piala dunia 2018. Tim tersebut adalah Brasil, pemenang pertama dari zona Amerika Selatan. Brasil berhasil mendapatkan tiket bertanding pada 28 Maret 2017.

Tidak lama setelah itu, Iran menyusul Brasil sebagai salah satu tim yang lolos menuju turnamen final. Iran menjuarai Grup A Zona Asia pada 12 Juni 2017. Selanjutnya ada Jepang yang dinyatakan lolos menuju turnamen final pada 31 Agustus 2017. Jepang menjuarai Grup B Zona Asia.

Sehari setelahnya, pada 1 September 2017, Meksiko tampil sebagai juara Zona Concacaf. Disambung Belgia menjuarai Grup H Zona Eropa pada 3 September 2017. Sedangkan di hari yang sama pada 5 September 2017, 2 tim berhasil lolos secara bersamaan. Tim-tim tersebut adalah Korea Selatan sebagai juara dua Grup A Zona Asia dan Arab Saudi sebagai juara dua Grup B Zona Asia.

Proses seleksi tim masih berlanjut. Satu bulan setelah Korea Selatan dan Arab Saudi memastikan langkahnya menuju perlombaan final piala dunia 2018, Jerman dan Inggris juga mengikuti langkah mereka. Di bulan yang sama, Spanyol, Nigeria, Kosta Rika, Polandia, Mesir, Serbia, Islandia, Perancis, Portugal, Uruguay, Argentina, Kolombia dan Panama pun tidak ingin ketinggalan. Mereka mengantongi tiket perlombaan yang harus mereka perjuangkan untuk mendapat kemenangan.

Bulan November merupakan bulan terakhir sebelum akhirnya FIFA mengantongi 32 nama yang akan bertanding di babak 32 besar piala dunia. Senegal adalah negara selanjutnya yang lolos pada 10 november 2018 dengan menjuarai grup D zona Afrika. Sementara Maroko dan Tunisia menyusul satu hari setelahnya dengan menjuarai grup C dan grup A zona Afrika.

Pada play-off zona Eropa, Swiss, Kroasia, Swedia dan Denmark ikut menjadi negara yang mengirimkan tim sepak bolanya ke piala dunia. Sedangkan dari zona antar konfederasi, Australia dan Peru adalah negara-negara yang mengantongi tiket perlombaan akhir yang nantinya akan diselenggarakan di Rusia.

Negara-negara tersebut mempersiapkan seluruh amunisi yang akan digunakan saat pertandingan berlangsung. Peluang keberhasilan untuk meraih kemenangan sangat diusahakan untuk terbuka lebar-lebar. Performa dan strategi permainan akan terus diasah sampai akhirnya piala dunia 2018 terselenggara.

Categories
Bola

Tidak Ada Kata Terlambat, Inilah Saat yang Tepat untuk Berkenalan dengan Piala Dunia

Tidak Ada Kata Terlambat, Inilah Saat yang Tepat untuk Berkenalan dengan Piala Dunia

Siapa yang tidak kenal dengan sepak bola? Seluruh lapisan masyarakat, mulai dari yang tua hingga yang muda, mulai dari si miskin hingga si kaya mengenal salah satu cabang olah raga tersebut. Bisa dikatakan sepak bola adalah salah satu olah raga pemersatu semua bangsa. Semua masyarakat terasa akan larut dalam semangat yang menggelora.

Berbagai macam jenis turnamen diadakan oleh banyak pihak. Mulai dari turnamen untuk hiburan seperti dalam lomba agustusan di Indonesia, turnamen untuk para pemain sepak bola semi profesional dan turnamen untuk pemain kelas dunia. Semua turnamen tersebut memiliki peserta dan penikmatnya masing-masing.

Salah satu turnamen yang cukup ditunggu oleh banyak orang adalah turnamen yang berlangsung dalam kurun waktu 4 tahun sekali. Ya, benar sekali. Piala dunia adalah satu turnamen sepak bola tingkat internasional yang selalu ditunggu kehadirannya. Berbagai macam persiapan dilakukan dari semua kalangan untuk menyambut turnamen tersebut.

FIFA sebagai pihak penyelenggara sudah melakukan persiapan beberapa tahun sebelumnya. Berbagai macam lapisan masyarakat pun seperti tidak mau ketinggalan momentum. Berbagai macam atribut tim kesayangan dihadirkan sebagai bentuk dukungan. Loyalitas dari berbagai macam pihak diperhitungkan untuk meraih kemenangan.

Namun, banyak sekali diantara kita yang tidak atau belum mengetahui bagaimana sejarah pertandingan sepak bola bertaraf internasional ini. Kebanyakan dari kita hanya mengikuti euforia orang-orang di sekitar. Padahal akan lebih lengkap rasanya jika tahu bagaimana turnamen yang dinanti ini terbentuk pada awalnya.

Pada awal dibentuk, piala dunia bukanlah turnamen sepak bola seperti yang telah kita kenal sekarang ini. Laga sepak bola kelas dunia pertama kali diadakan di Glasgow pada 1872. Pada saat itu, persaingan tim sepak bola kelas dunia antara Inggris dan Skotlandia belum terkenal sehingga tidak memberikan dampak yang cukup banyak bagi masyarakat.

Pada Juli 1902, diadakan kembali pertandingan internasional di Montevideo. Pertandingan sepak bola resmi tersebut menampilkan tim dari Uruguay dan Argentina. Tidak lama setelah itu, tepatnya pada 22 Mei 1904, berdirilah sebuah organisasi sepak bola internasional bernama FIFA. Pada awal pendirian baru ada 7 negara yang bergabung. Mereka adalah Perancis, Belgia, Belanda, Denmark, Swedia, Spanyol dan Jerman.

Pada tahun yang sama diselenggarakan pertandingan sepak bola di salah satu olimpiade, yaitu Olimpiade Musim Panas. Saat itu, pertandingan sepak bola tersebut diperuntukkan bagi para pemain amatir. Pihak penyelenggara pun berkata itu bukanlah suatu kompetisi, melainkan hanya sebuah acara. Di tahun 1906, diselenggarakan acara serupa di Olimpiade Interkala.

Masih di tahun yang sama, FIFA mengadakan turnamen sepak bola di luar olimpiade. FIFA menganggap bahwa pertandingan tersebut merupakan suatu kompetisi yang mengalami kegagalan. Setelah itu, diadakan suatu kompetisi sepak bola untuk tim profesional, yaitu Torneo Internazionale Stampa Sportiva dan Kejuaraan Trofi Sir Thomas Lipton. Banyak orang yang menganggap bahwa pertandingan tersebut merupakan Piala Dunia pertama yang diselenggarakan.

Presiden FIFA 1930, Jules Rimet, membuat keputusan untuk menyelenggarakan perlombaan tim-tim sepak bola kelas dunia. Perlombaan tersebut diselenggarakan di Negara Uruguay. Hanya 13 tim sepak bola yang ikut serta pada Piala Dunia saat itu. Setelah mengalami perkembangan dan banyak perbaikan, Piala Dunia merupakan suatu turnamen bergengsi yang cukup disukai oleh banyak kalangan.

Piala dunia merupakan suatu turnamen yang diadakan dalam kurun waktu 4 tahun sekali. Total ada 20 turnamen piala dunia yang pernah diselenggarakan. Pada 2018 ini, piala dunia ke-21 akan diselenggarakan di Rusia. FIFA sebagai penyelenggara melakukan seleksi untuk sekitar 200 tim yang ada. Proses seleksi dilaksanakan dengan cara pertandingan selama dua tahun sebelum turnamen final diselenggarakan.

Philipp Lahm yang merupakan kapten Tim Jerman menjuarai piala dunia pada 2014 lalu yang diselenggarakan di Brasil. Entah tim mana yang selanjutnya akan menjuarai piala dunia 2018. Indonesia merupakan salah satu negara yang belum bisa ikut serta dalam turnamen final piala dunia.

Berbagai macam persiapan harus terlebih dulu dilakukan untuk siap berhadapan dengan berbagai jenis lawan. Birokrasi, sistem dan mental semua pihak yang terlibat harus terlebih dahulu dibenahi untuk mencapai hasil yang maksimal. Dukungan masyarakat yang tidak terlibat langsung juga menjadi hal tambahan yang mampu memberikan semangat merah putih untuk bisa lebih berprestasi di bidang sepak bola internasional.

Categories
Bola

Panama, Negara Kecil yang Siap Melawan Inggris dan Belgia di FIFA 2018

Panama, Negara Kecil yang Siap Melawan Inggris dan Belgia di FIFA 2018

Perjalanan Panama hingga bisa bertanding di Piala Dunia FIFA 2018 dimulai saat negara yang berada di Amerika Latin tersebut berhasil membobol gawang Rostar Rica pada pertandingan yang diselegarakan di Estadio Rommel Fernandez.

Gol tersebut berhasil dicetak oleh Roman Torres. Keberhasilannya tersebut ia rayakan dengan merobek bajunya dan memutar-mutarnya di sekitar kepalanya.

Para pelatih dan pemain pengganti berlari dan tumpah ruah di bagian touchline. Para pemain saling melakukan tos untuk merayakan kemenangan mereka.

Di teve-teve Panama, disiarkan para pendukung yang berteriak dan berkoor “goool” dan menjadi momen paling mengharukan dan menawan yang pernah disiarkan oleh stasiun televisi Panama.

Flare merah hingga kembang api dinyalakan ketika kemenangan menuju FIFA 2018 berhasil diraih oleh Panama untuk pertamakalinya. Di ajang piala dunia mereka yang pertama, Panama bakal melawan Belgia pada tanggal 18 Juni 2018.

Pesta kemenangan tersebut dirayakan secara besar-besaran di Panama. Orang-orang mengadakan pesta. Bahkan Presiden Panama Juan Carlos Varela menetapkan hari libur nasional dan meerintahkan kepada setiap pemilik usaha yang tetap buka pada hari libur nasional yang telah ditentukan untuk membayar 50 persen uang lembur kepada para karyawannya.

Kecuali untuk mereka yang bekerja di Terusan Panama dan bekerja untuk pasien kemoterapi yang mesti melanjutkan sesi kemoterapi dan tidak dapat dihentikan.

Blanca Navaro, seorang jurnalis TV Panama mengatakan bahwa kemenangan tersebut membuat Torres seolah-olah telah menjadi Tuhan untuk seluruh warga Panama.

Di balik banyaknya ketakutan dan kecurigaan terhadap FIFA 2018 yang bakal diselenggarakan di Rusia; momen kemenangan Panama ini kembali mengingatkan potensi murni dari olahraga; kemampuan yang dapat membuat orang-orang tersenyum dan potensi yang dapat dicapai dengan semanagat dan ambisi yang besar.

Sepak bola negara ini baru saja lepas landas. Meski kemenangan tersebut dirayakan secara besar-besaran, pada mulanya pertandingan yang diadakan di stadion dengan kapasitas 32.000 orang itu dipenuhi oleh para pendukung Costa Rica.

Tidak banyak warga negara Panama yang hadir untuk mendukung tim nasional mereka.

Gary Stempel, pelatih blasteran Panama-Inggris mengatakan bahwa pada pertandingan itu hanya ada sekitar 150 warga Panama yang hadir untuk mendukung tim nasional mereka.

Stempel mulai melatih tim U22 Panama pada tahun 1996. Ia menyebutkan bahwa kondisi sepak bola negara tersebut sangatlah miskin dan terpuruk. Para melalui masa yang sulit untuk dapat mencapai Piala Dunia FIFA 2018 di Rusia.

Ia menambahkan bahwa fasilitas yang mereka miliki sangatlah buruk. Tidak ada hujan selama mereka berlatih. Tidak selayaknya lapangan sepak bola pada umumnya, para pemain Panama berlatih di kerikil dan lumpur. Bahkan Stempel harus membeli beberapa bola tambahan dari uang pribadinya.

Ia juga menambahkan para pemain Panama tidak menggunakan sepatu sepak bola saat berlatih, mereka menggunakan bot yang bahkan telah berlubang.

“Beberapa pemain akan bertanding di Rusia pada musim panas. Sementara itu kami tidak memiliki pendingin air.  Jadi kami akan meminjam beberapa ember dari gereja lokal sebelah.”

Stempel juga menceritakan pengalaman pahit yang pernah ia lalui bersama tim sepak bola Panama.

Ia mengatakan bahwa pada tahun 1996 ia berhasil membawa tim nasional Panama memenangkan pertandingan melawan Costa Rica  yang diadakan di Honduras dengan poin 1-0. Namun pemain Panama mendapatkan penalti dan kiper mereka diusir.

Stempel akhirnya menemui wasit, tetapi penduduk Honduras melemparkan air kencing kepada wasit yang pada mulanya Stempel kira itu adalah bir. Air kencing tersebut meski dilemparkan pada wasit juga mengenai tubuhnya.

Kepahitan yang dilalui oleh  para pemain Panama tidak hanya berhenti sampai di situ. Para pemain itu hidup dalam kemiskinan yang parah, banyak dari mereka yang tinggal digubuk, tidur dalam satu kamar untuk beberapa orang, sehari bisa jadi hanya makan satu kali, dan terdapat ayah muda di sana dengan usia 15 dan 16 tahun.

Stempel berkata bahwa beberapa pemain yang pernah ia latih akan segera mengambil bayaran tunai mereka pada hari bayaran agar bisa membeli makanan untuk anak-anak mereka.

Namun kini Panama telah berubah. Negara tersebut tak lagi semiskin dan seterpuruk itu. Ekonomi Panama kini melesat tinggi begitu pula dengan sepak bola mereka. Sebagai negara yang pernah tidak sanggup memberikan fasilitas apa-apa untuk tim sepak bola nasionalnya, kini Panama berhasil maju ke Piala Dunia FIFA 2018 dan siap untuk melawan Belgia dan Inggris.

Categories
Bola

Karir Penentuan Lionel Messi Di Perhelatan Akbar Piala Dunia 2018

Karir Penentuan Lionel Messi Di Perhelatan Akbar Piala Dunia 2018

Lionel messi merupakan salah satu pemain sepakbola andalan dari klub ternama Barcelona, dia juga tercatat sebagau salah satu pemain sebakbola terbaik dunia. Mega bintang ini telah berhasil membuktikan eksistensinya dengan menyabet beberapa trofi dan memecahkan rekor di ajang sepakbola kelas dunia. Pria berusia 30 tahun ini juga terbilang sukses karena mampu meraih 5 trofi Ballon d’Or.

Sepak terjang lionel messi di kancah dunia sepakbola memang tidak bisa diragukan lagi, bahkan di klub barcelona pun dia selalu tampil gemilang sejak tahun 2014 lalu. Lionel messi bahkan digadang-gadang sebagai titisan sang legendaris maradona, yang dulunya pernah menyabet beberapa trofi dalam liga champion, 3 juara pada piala dunia dan juara dalam copa del rey.

Meskipun selalu dielu-elukan karena menjadi seorang pemain sepak bola yang cukup handal pada level klub, akan tetapi kejayaan seorang lionel messi belum terasa sempurna. Hal itu disebabkan karena belum pernah sekalipun dia membawa Argentina berjaya di ajang bergengsi piala dunia.

Tercatat, lionel messi telah bermain untuk klub argentina dalam piala dunia pada tahun 2006, 2010 dan yang terakhir tahun 2014. Sebuah prestasi besar berhasil ditorehkan lionel messi pada tahun 2014 saat mengikuti ajang piala dunai dan berhasil menjadi finalis. Sebenarnya, lionel messi telah berhasil menghantarkan klub argentina sebagai juara piala dunia, akan tetapi hal itu terjadi hanya pada level junior saja.

Adapun prestasi yang berhasil di raih oleh pemain tampan ini adalah perolehan medali emas pada olimpiade tahun 2008 lalu. Untuk membuktikan eksistensinya dalam berkarir di dunia sepak bola, lionel messi berencana untuk mengikuti laga piala dunia tahun 2018 nanti yang akan di selenggarakan di Rusia.

Piala Dunia 2018 Menjadi Karir Akhir Lionel Messi

Kesempatan mengikuti ajang piala dunia ini menjadi salah satu penentuan bagi lionel messi, dan sepertinya dia berharap untuk bisa mengambil bagian dan mengantarkan kemenangan bagi Argentina di ajang piala dunia mendatang. Messi memiliki cukup banyak harapan untuk membawa sebuah piala kemenangan dalam ajang piala dunia nanti, dia selalu optimis tak ingin mengulangi kegagalan di masa mendatang. Menjadi pemenang  sekarang atau tidak sama sekali, itu kalimat yang terlontar dari seorang lionel messi untuk menumbuhkan semangat baru.

Perhelatan piala dunia pada tahun ini menjadi kesempatan terakhir baginya untuk membawa trofi paling bergengsi tersebut. Namun menghantarkan negaranya untuk menjadi pemenang dalam laga bergengsi piala dunia memang dirasa cukup sulit, messi pun menyadari bahwa ada banyak tim sepakbola yang jauh lebih kuat seperti Jerman, prancis, spanyol serta Brasil yang selalu menjadi kompetitor untuk memenangkan trofi piala dunia tahun 2018 nanti.

Lionel messi sepertinya telah mengisyaratkan bahwa dirinya tak ingin melanjutkan karirnya di dunia sepakbola setelah perhelatan piala dunia pada tahun ini, dia berangan-angan untuk pensiun usai gelaran piala dunia mendatang sebagai salah satu pemain tim Argentina. Banyak spekulasi yang muncul jika turnamen piala dunia 2018 ini menjadi sebuah turnamen terakhir baginya.

Messi tak hanya sekali ini saja mengisyaratkan bahwa dirinya akan pensiun sebagai salah satu pemain bola internasional, tercatat bahwa sebelumnya dia telah memutuskan untuk berhenti di timnas Argentina sejak tahun 2015 lalu. Namun, karena banyak desakan untuk terus melanjutkan karirnya, akhirnya lionel messi pun memutuskan untuk kembali melanjutkan karirnya.

Seperti di ketahui bahwa tahun 2015 lalu, lionel messi harus menerima kenyataan pahit, timnas Argentina mengalami kekalahan pada final copa America. Hal itu yang membuat lionel messi ingin segera hengkang dari timnas. Saat mengingat kejadian tersebut, dia selalu merasa malu untuk kembali kepada timnas Argentina.

Pada ajang turnamen piala dunia 2018 nanti, messi berharap untuk bisa menjadi juara dan pulang dengan membawa trofi kemenangan. Namun kadang dirinya tidak terlalu yakin karena banyaknya kritikan yang selalu dilayangkan pada timnas Argentina. Meskipun demikian, banyak fans timnas yang berharap jika tim lionel messi berhasil menjadi juara piala dunia 2018.

Dengan dukungan banyak fans terhadap timnas argentina, hal itu yang selalu menjadi penyemangat messi untuk terus maju dan berlaga dalam ajang bergangsi piala dunia 2018 nanti.

Categories
Bola

Daftar pemenang Piala Dunia FIFA dari Tahun 1930 Sampai Sekarang

Daftar pemenang Piala Dunia FIFA dari tahun 1930 sampai sekarang

Ajang sepak bola internasional atau yang biasa disebut Piala Dunia FIFA ini sudah dimulai sejak tahun 1930. Hingga saat ini sudah diselenggerakan selama 20 kali. Dimana seharusnya sudah dapat diselenggarakan selama 22 kali, namun 2 kali diantaranya, yaitu pada tahun 1942 dan 1946 terjadi perang dunia I dan II. Sehingga tidak memungkinkan untuk menyelenggarakan Piala Dunia FIFA.

Perhelatan piala dunia ini mempertemukan tiap – tiap  negara dari enam benua di dunia. Diantaranya persatuan OFC dari benua Oceania, persatuan AFC dari benua Asia, Persatuan CAF dari benua Afrika, Persatuan CONCACAF dari benua Amerika Utara dan Tengah, persatuan CONMEBOL dari benua Amerika Selatan dan EUFA dari benua Eropa. Kemudian tim dari berbagai negara akan masuk babak kualifikasi dulu sesuai konfederasinya.

Turnamen paling bergengsi di dunia ini telah melahirkan banyak sekali negara yang menjadi juara sepak bola internasional. Setidaknya sudah ada 8 negara menjadi tim pemenangan sejak 1930 sampai 2014 lalu pada pertandingan terbaru. Jumlah negara pemenang memang tidak sebanding dengan jumlah penyelenggaraan. Hal tersebut dikarenakan beberapa negara menjadi pemenang sebanyak dua hingga tiga kali. Bahkan sampai lima kali kemenangan.

Sejak penyelenggaraan Piala Dunia FIFA sampai saat ini, tim nasional Brazil merupakan negara yang paling banyak memperoleh gelar juara yaitu sebanyak 5 kali. 2 kali berturut – turut pada tahun 1958 dan 1962 dan tiga lainnya pada tahun 1970, 1994 dan terakhir tahun 2002 lalu. Tiga kemenangan pertamanya mampu membuat negara Brazil menjadi pemilik pribadi dari Trofi Jules Rimet.

Selain Brazil, negara – negara lain yang juga memperoleh kemenangan terbanyak di posisi kedua adalah Italia dan Jerman sebanyak 4 kali kemenangan. Jerman mampu menyamai Italia sebagai negara pemilik kemenangan terbanyak berkat kemampuan timnya untuk menggulingkan Argentina pada babak final Piala Dunia 2014 belum lama ini. Mario Gotze dengan gol tunggalnya pada menit 112 mampu membawa tim nasional jerman menuju pangung juara Piala Dunia 2014.

Kemudian setelah Italia dan Jerman di susul Uruguay dan Argentina dibelakangnya dengan perolehan masing – masing sebanyak 2 kali kemenangan. Uruguay pada tahun 1930 di rumah sendiri dan tahun 1950 sedangkan Argentina pada tahun 1978 dan 1986. Selain negara – negara tersebut, negara lain yang juga pernah menyandang sebagai gelar juara piala dunia adalah Inggris pada tahun 1966 di rumah sendiri, Perancis pada tahun 1998 di rumah sendiri dan Spanyol pada tahun 2010.

Tim sepak bola dari negara – negara Eropa memang menjadi pendominasi juara Piala Dunia sampai saat ini. Dimana telah dihitung dari 26 pertandingan babak final. Perwakilan dari negara – negara Eropa telah mengantongi 11 gelar juara. Sedangkan dibawahnya, perwakilan CONMEBOL mengantongi sedikit lebih rendah dengan selisih 2 kali yaitu sebanyak 9 gelar juara. Untuk lebih jelasnya berikut adalah daftar pemenang Piala Dunia FIFA:

 

Tahun Pertandingan

Tuan Rumah

Juara

Runner Up

Skor Pertandingan

1930 Uruguay Uruguay Argentina 4 – 2
1934 Italia Italis Cekoslovakia 2 – 1 (Babak Perpanjangan Waktu)
1938 Perancis Italia Hungaria 4 – 2
1942

Terjadi Perang Dunia I

1946

Terjadi Perang Dunia II

1950 Brazil Uruguay Brazil 2 – 1
1954 Swiss Jerman Barat Hungaria 3 – 2
1958 Swedia Brazil Swedia 3 – 1
1962 Chili Brazil Cekoslpovakia 3 – 1
1966 Inggris Inggris Jerman Barat 4 – 2 (Babak Perpanjangan Waktu)
1970 Meksiko Brazil Italia 4 – 1
1974 Jerman Barat Jerman Barat Belanda 2 – 1
1978 Argentina Argentina Belanda 3 – 1 (babak perpanjangan Waktu)
1982 Spanyol Italia Jerman Barat 3 – 1
1986 Meksiko Argentina Jerman barat 1 – 1
1990 Italia Jerman Barat Argentina 1 – 0
1994 Amerika Serikat Brazil Italia 0 – 0 (Adu Penalti) 3 – 2
1998 Perancis Perancis Brazil 3 – 0
2002 Jepang dan Korea Selatan Brazil Jerman 2 – 0
2006 Jerman Italia Perancis 1 – 1 (Adu Penalti) 5 – 3
2010 Afrika Selatan Spanyol Belanda 1 – 0
2014 Brazil Jerman Argentina 1 – 0
2018 Rusia

Akan diadakan 14 Juni – 15 Juli 2018

 

Categories
Bola

Tiga Negara Dengan Peluang Terbesar Sebagai Juara Piala Dunia 2018

Deretan Merpati Piala Dunia 2018 Rusia

Semakin dekat waktu pelaksanaan Juara Dunia 2018, berbagai prediksi pun bermunculan. Baik mengenai pesepak bola terbaik tahun ini, hingga negara yang akan keluar sebagai juara. Namun, dari banyaknya prediksi yang tersebar di antara para penggila bola seluruh dunia, ada tiga negara yang digadang sebagai unggulan, yakni Jerman, Spanyol, dan Brazil.

Tim Nasional Jerman

Jerman banyak disebut sebagai kandidat terkuat negara yang akan memboyong piala juara dari gelaran Piala Dunia 2018 ini. Status Jerman sendiri saat ini adalah juara bertahan, di mana tim nasional mereka berhasil menjadi kampiun pada Piala Dunia 2014. Di bawah komando pelatih Joachim Low, mereka yakin dapat kembali menjadi juara.

Kapten dari tim nasional Jerman adalah Manuel Neuer yang dikenal memiliki leadership unggul hingga dapat mengarahkan semua anggota tim dengan baik. Sayangnya, Neuer saat ini tengah mengalami cedera sehingga kemungkinan besar tidak akan terjun sebagai pemain inti pada Piala Dunia 2018 mendatang. Meski demikian, tidak lantas skuad Jerman menjadi lemah.

Sejak dahulu, tim nasional Jerman dikenal memiliki deretan kiper dengan kualitas dewa yang membuat gawang mereka sangat sulit ditembus. Mark Andre Ter Stegen dan Bernd Leno merupakan dua nama kiper yang digadang akan bergantian mempertahankan gawang Jerman pada Piala Dunia 2018. Ter Stegen sendiri adalah kiper Barcelona yang sangat tangguh.

Di sisi lain, Jerman juga memiliki pemain muda yang sangat potensial pada posisi bek kanan yang saat ini bernaung di bawah payung Bayern Munchen, Joshua Kimmich. Performa Kimmich selalu stabil dan sangat kuat dalam berbagai segi sehingga semakin menaikkan prosentase kemenangan tim nasional Jerman di ajang Piala Dunia 2018 mendatang.

Tim Nasional Brazil

Skuad Brazil merupakan kandidat terkuat kedua sekaligus rival terberat Jerman dalam menjuarai Piala Dunia 2018. Brazil sendiri telah mengantongi catatan lima kali juara Piala Dunia, sedangkan Jerman memiliki catatan empat kali kemenangan. Piala Dunia 2018 disebut akan menjadi penentu Brazil akan menambah gelar juaranya atau justru menjadi seri dengan Jerman.

Brazil dan Jerman memang memiliki sejarah yang sangat kuat dalam hampir setiap gelaran Piala Dunia. Skuad Brazil membantai habis tim nasional Jerman pada Piala Dunia 2002, namun dibalas tidak kalah memalukan oleh Jerman pada Piala Dunia 2014 dengan lima gol tanpa balas dalam waktu 19 menit padahal Brazil tuan rumah.

Luiz Felipe Scolari saat ini didapuk sebagai pelatih tim nasional Brazil dan ia pun memercayakan posisi kapten kepada Thiago Silva. Pelatih dengan sebutan Tite tersebut menyadari beban berat yang ditanggungnya dari pelatih terdahulu setelah kekalahan paling memalukan di Piala Dunia yang dialami Brazil empat tahun lalu.

Tite menerapkan rasa kekeluargaan yang besar pada setiap anggota tim, di mana dengan pemikiran membela keluarga diyakininya akan memberikan semangat juang yang lebih kuat. Dan benar saja, pada babak penyisihan, kekuatan tim nasional Brazil tampak meningkat drastis. Neymar adalah pemain yang paling diandalkan oleh Brazil untuk Piala Dunia 2018.

Tim Nasional Spanyol

Tiga kali juara Piala Dunia membuat Spanyol termasuk dalam tiga unggulan pada gelaran tahun ini. Meskipun pada Piala Dunia 2014, Spanyol yang sebelumnya menjadi juara pada Piala Dunia 2012 tersingkir mudah dalam babak penyisihan, di bawah komando Julen Lopetegui, banyak pecinta sepak bola yang menyakini Spanyol dapat bersinar kembali.

Sergio Ramos didapuk sebagai kapten tim, sedangkan David Silva dan Andres Iniesta menjadi kunci utama tim untuk memenangkan kompetisi. Skuad tersebut juga masih diperkuat dengan Marco Asensio yang menduduki peringkat tinggi dalam polling pemain muda terbaik Piala Dunia 2018. Menilik dari jajaran pemain yang dimiliki, skuad Spanyol setangguh Jerman.

Spanyol memiliki pola permainan yang khas, yakni mengutamakan pertahanan pada paruh pertama pertandingan dan baru akan agresif menyerang memasuki menit tengah hingga akhir. Strategi tersebut cukup ampuh karena sejatinya dengan mempertahankan gawang untuk tidak kebobolan hingga pertengahan pertandingan telah menjamin kemenangan tim dan juga sangat menghemat stamina dari para pemain.

Categories
Bola

Deretan Merpati Piala Dunia 2018 Rusia

Deretan Merpati Piala Dunia 2018 Rusia

Istilah merpati untuk gelaran Piala Dunia 2018 nanti ditujukan kepada para pemain muda yang memiliki potensi bersinar dan meraih popularitas besar nantinya. Faktor tersebut tentu sangat dipengaruhi oleh performanya masing-masing selama pertandingan. Sederhananya, mereka adalah para rising shining star yang sudah mulai mencuri perhatian pada saat ini.

Kyllian Mbappe

Pesepak bola kebangsaan Prancis ini selama beberapa tahun belakangan menjadi buah bibir pada setiap penampilannya bersama dengan klub yang dia bela, AS Monaco. Lahir pada 20 Desember 1998, Mbappe yang baru berusia sembilan belas tahun ini telah mengukuhkan dirinya sebagai pemain muda (U-23) dengan bayaran termahal kedua di dunia.

Pada Piala Dunia 2018 nanti, dia termasuk dalam skuad utama tim nasional Prancis di mana digadang menjadi salah satu pemain kunci yang dapat menghantarkan kemenangan di tangan negara fashion dunia tersebut. Mbappe dikenal memiliki strategi jitu dalam bermain serta akurasi serangan yang sangat bagus dan terutama teknik yang mumpuni.

Joshua Kimmich

Bek kanan dari Bayern Munchen ini juga salah satu shining rising star yang penampilannya pada Piala Dunia 2018 sangat ditunggu, di mana ia akan bermain membela skuad tim nasional Jerman. Dalam komposisi tim nasional negeri tercintanya tersebut, Kimmich juga akan berada di posisi bek kanan. Ia telah berlaga sejak 2011.

Kimmich dikenal akan kemampuan serangan dan bertahan yang sama baiknya, sehingga meskipun ia mengaku kurang menyukai posisi bek kanan, ia selalu berhasil menjalankan tugasnya dengan sangat baik. Kimmich juga memiliki kemampuan berpikir serta pengambilan keputusan yang cepat dan akurat di tengah lapangan sehingga mempermudah dalam memenangkan beragam pertandingan untuk timnya.

Alex Iwobi

Anggota muda tim sepak bola nasional asal Nigeria ini menjadi sosok kunci yang berhasil membuat negara tersebut lolos dalam tahap seleksi Piala Dunia 2018 dan dipastikan ikut berlaga dari kelompok CAF (Confederation of African Football). Pesepak bola asal Nigeria ini memanfaatkan kombinasi ketenangan, ketekunan, dan tekad kuat yang ia miliki.

Iwobi yang lahir pada 3 Mei 1996 ini memiliki gen pesepak bola berbakat yang kuat dari keluarganya di mana ia merupakan adik legenda sepak bola asal Nigeria, Jay-jay Okocha. Saat ini, Iwobi merumput bersama dengan Arsenal. Kunci keberhasilannya terletak pada permainannya yang lepas dan dapat dengan mudah mengancam gawang lawan.

Marco Asensio

Real Madrid yang masih memiliki Christiano Ronaldo dan Gareth Bale jelas bukanlah sebuah klub raksasa yang mudah ditembus, terlebih oleh pemain muda dan berhasil menduduki posisi pemain utama, bukan cadangan. Hal mendekati mustahil tersebut dapat dipatahkan oleh Marco Asensio yang selalu dimasukkan dalam skuad utama pertandingan Real Madrid.

Pesepak bola asal Spayol dan dapat dipastikan membela negeri kelahirannya tersebut pada Piala Dunia 2018 ini merupakan sosok yang dikenal sangat gigih dan memiliki hasrat kompetitif yang sangat tinggi sehingga membuat semua penampilannya secara konsisten menghasilkan manuver-manuver berbahaya bagi lawan. Ia mulai bergabung dalam tim nasional Spanyol sejak 2012 lalu.

Hirving Lozano

Lozano mungkin sangatlah junior jika dibandingkan nama-nama sebelumnya. Namun, pesepak bola asal Meksiko yang lahir pada 30 Juli 1995 ini memiliki potensi besar di masa mendatang dan diharapkan bermain dengan sangat apik pada laga Piala Dunia 2018 di mana dia akan membela tim nasional Meksiko, sehingga karirnya akan semakin menanjak.

Bergabung dengan tim nasional Meksiko pada 2015, Lozano langsung mencuri banyak perhatian banyak klub sepak bola yang ingin merekrutnya. Lozano akhirnya memutuskan bergabung dengan PSV Eindhoven, sebuah klub sepak bola asal Belanda, yang menurutnya paling sesuai sebagai rumah kedua setelah tim nasional. Lozano menyebut PSV Eindhoven memberinya kebebasan mengekspresikan diri.

Gaya bermain Lozano memang dikenal penuh dengan semangat muda yang kuat namun stabil. Lozano selalu menampakkan kesan sebagai pemain yang tidak berbahaya di mata lain untuk beberapa menit awal pertandingan. Ia bermain dengan santai dan tenang, padahal sesungguhnya sedang menganalisa kemampuan lawan. Setelah merasa cukup, ia akan segera menerkam lawan.

Categories
Bola

Korea Selatan, Macan Asia Di Gelaran Piala Dunia 2018

Korea Selatan, Macan Asia Di Gelaran Piala Dunia 2018

Kurang dari dua bulan lagi, gelaran akbar di bidang olahraga sepak bola akan digelar, yakni Piala Dunia 2018. Tim perwakilan dari 32 negara yang berlaga sama bersemangat dengan para penggila bola dari seluruh dunia. Salah satu negara yang akan bertanding tidak lain adalah Korea Selatan yang tergabung dalam kelompok AFC.

Sejarah Dan Perkembangan Sepak Bola Korea Selatan

Meskipun Korea Selatan lebih populer dengan demam hallyu atau hallyu wave dari industri hiburannya, namun pada bidang sepak bola sendiri, Korea Selatan telah mengukir banyak prestasi membanggakan di kancah internasional. Pada gelaran Piala Dunia 2018 sendiri, Korea Selatan digadang sebagai salah satu kuda hitam yang dapat keluar menjadi pemenang.

Sejak zaman nenek moyang Korea Selatan yang masih berbentuk sebagai Kerajaan, Korea Selatan sudah memiliki sebuah cabang olahraga yang kurang lebih menyerupai sepak bola, hanya saja jenis bola yang digunakan terbuat dari rotan, bukan bola plastik seperti pada saat ini, yang disebut dengan olahraga chuk-guk.

Sepak bola modern baru dikenal dan kemudian menyebar di Korea Selatan ketika semenanjung Korea telah terbagi menjadi dua kubu, Utara dan Selatan, yakni pada tahun 1882 saat ajaran barat mulai memasuki tanah tersebut. Pada 1928, Korean Football Assosiation (KFA) akhirnya dibentuk dan olahraga sepak bola pun menjadi semakin digemari.

Pencapaian Korea Selatan Di Sejarah Piala Dunia

Pada tahun 1954, KFA secara resmi bergabung menjadi bagian AFC (Asian Football Confederation) dan mulai menunjukkan taringnya pada bidang olahraga sepak bola dengan berkali-kali menjuarai kompetisi tingkat Asia yang kemudian membuat Korea Selatan dianugerai sebagai Macan Asia atau tim nasional sepak bola tersukses dari Asia.

Pada tahun bergabungnya itu pula menjadi laga pertama Korea Selatan di gelaran Piala Dunia. Dari 10 kali penampilan di Piala Dunia hingga saat ini, hasil terbaik yang didapatkan negeri ginseng tersebut terjadi pada Piala Dunia 2002 yang digelar secara gabungan antara negara tersebut dengan negeri serumpunnya, Jepang, memenangkan posisi keempat.

Dalam momen Piala Dunia 2002 saat tim nasional mereka dilatih oleh Guus Hiddink yang berkebangsaan Belanda tersebut, Korea Selatan mencatatkan pencapaian yang sangat mencengangkan karena berhasil menggulingkan Italia, di mana hingga saat ini menjadi salah satu raksasa yang mendominasi kemenangan atas piala tertinggi bidang sepak bola tersebut.

Pemain Bintang Tersukses Asal Korea Selatan

Meskipun saat ini belum lagi menghasilkan rekor baru dalam penampilannya pada beberapa penampilannya setelah Piala Dunia 2002, faktanya Korea Selatan tetap mencetak pemain-pemain bintang melalui form tim nasional yang dibentuk dan tidak hanya membuat mereka diminati oleh klub-klub lokal, tetapi sebagian besar justru berlaga di klub luar negeri.

Park Ji Sung masih tercatat sebagai mantan skuad tim nasional Korea Selatan yang paling sukses karena tidak sekedar berlaga di klub sepak bola raksasa Manchester United, namun ia menunjukkan kapabilitasnya dengan mencetak lebih dari dua puluh gol selama tujuh tahun masa merumputnya bersama dengan klub berjulukan Setan Merah tersebut.

Ia memulai karirnya sebagai pesepak bola profesional dengan berlaga untuk tim nasional dan posisinya terus menanjak. Ia masih aktif dalam tim nasional hingga 2011 dan kemudian memutuskan berhenti untuk fokus pada karir pribadi. Klub terlama yang menaunginya adalah Manchester United dan saat ini di bawah payung Queen Park Rongers.

Pencapaian paling membanggakan seorang Park Ji Sung ketika berlaga membela tim nasional Korea Selatan adalah pada Piala Dunia 2002, ialah satu-satunya pemain yang berhasil menyarangkan gol di gawang tim nasional Portugal di mana membuat timnya sukses mengamankan posisi keempat pada gelaran tersebut. Berkat momentum krusial itu pula, ia menjadi idola.

Selain menjadi pesepak bola di klub-klub mayor internasional dan membuat rakyat Korea Selatan bangga akan sosoknya, Park Ji Sung juga cukup sering tampil di layar televisi di negeri ginseng baik sebagai model iklan maupun menghadiri acara ragam yang mana menunjukkan bahwa sosok serta popularitasnya sendiri setara dengan para selebritis hiburan.

Categories
Bola

Mengenal Lebih Jauh Rusia, Tuan Rumah Piala Dunia 2018

Mengenal Lebih Jauh Rusia, Tuan Rumah Piala Dunia 2018

Pada tanggal 14 Juni sampai dengan 15 Juli mendatang atau kurang lebih satu bulan lamanya, kompetisi sepak bola empat tahunan yang paling dinantikan oleh masyarakat dari seluruh dunia, Piala Dunia 2018 akan digelar. Rusia yang termasuk dalam EUA atau kawasan Uni Eropa didapuk menjadi tuan rumah ajang prestisius tersebut.

Proses Pemilihan Rusia Sebagai Tuan Rumah Piala Dunia 2018

Sesuai dengan tradisi pemilihan lokasi gelaran Piala Dunia secara turun temurun, komite penanggung jawab membuka kesempatan pendaftaran kepada negara-negara yang bergabung dalam Federasi Sepak Bola Internasional untuk mengajukan diri sebagai kandidat tuan rumah. Pendaftaran calon tuan rumah Piala Dunia 2018 sendiri dibuka sejak 2 Februari 2009.

Masa pendaftaraan yang memiliki tenggat waktu cukup jauh dengan waktu penyelenggaraan dimaksudkan oleh komite agar negara yang terpilih nantinya akan memiliki persiapan yang maksimal dalam pelaksanaan sehingga meminimalisir kemungkinan permasalahan teknis saat Piala Dunia berlangsung. Biasanya, negara yang terpilih akan dinilai berdasarkan kelayakan venue dan kondisi negara secara keseluruhan.

Delapan negara kemudian mengajukan diri sebagai kandidat, yakni Rusia, Inggris, Amerika Serikat, Australia, Jepang, Spanyol / Portugal, Belgia / Belanda, dan Indonesia. Pada awalnya Meksiko pun mengajukan diri, namun dalam waktu singkat menarik kembali pengajuan tersebut. Sedangkan untuk Indonesia sendiri ditolak atau dieliminasi oleh komite pada awal 2010 akibat kegagalan administratif.

Ketujuh negara tersisa pun mulai menjalani proses seleksi kelayakan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018. Namun, untuk alasan internal yang tidak dibeberkan, tiga negara kemudian memilih mengundurkan diri, yakni Amerika Serikat, Australia, dan Jepang. Demikian, empat negara yang masih berlaga adalah Rusia, Spayol / Portugal, Belgia / Belanda, dan Inggris.

Pada pemungutan suara akhir di Zurich bulan Desember 2010, komite memutuskan sistem voting bahwa Rusia terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018. Keputusan ini sempat menimbulkan kontroversi karena penolakan Inggris akan hasil voting dan menganggap terjadi kecurangan atas kemenangan Rusia dan sempat menyerukan boikot pada kompetisi sepak bola dunia tersebut.

Persiapan Pihak Rusia Untuk Gelaran Piala Dunia 2018

Sebagaimana telah diketahui bahwa Rusia merupakan negara dengan luas wilayah terbesar di dunia. Menilik segi kesejahteraan ekonomi, melalui hasil rekapitulasi pendapatan perkapita penduduk Rusia, dapat disimpulkan bahwa negara tersebut berada dalam kondisi sejahtera dan tentu lebih dari mampu untuk menjadi tuan rumah sebuah ajang sebesar Piala Dunia 2018.

Piala Dunia 2018 sendiri akan diikuti oleh kontingen dari 32 negara. Inggris yang semula sempat merajuk atas kegagalan dalam pemungutan suara sebagai tuan rumah, memutuskan tetap bergabung dalam kompetisi. Sedangkan Indonesia sangat disayangkan sekali langsung digugurkan akibat kisruh yang terjadi pada internal bidang sepak bola tanah air medio 2015 – 2016.

Rusia membentang di tengah antara Benua Asia dengan Eropa, sebab itu lokasinya secara teknis sangatlah strategis. Pemerintahnya telah menyiapkan 13 negara bagian sebagai lokasi gelaran dan untuk memenuhi standarisasi komite, tersedia pula enam belas stadion olahraga sebagai venue, di mana 13 di antaranya gedung baru, sedangkan 3 lainnya hasil renovasi.

Dengan tujuan mempermudah kontingen, 13 negara bagian yang dipersiapkan oleh Rusia tersebut adalah wilayah yang lebih condong ke Benua Eropa. Setiap negara yang telah masuk dalam list kontestan ditentukan minimal memiliki tiga puluh pemain, termasuk pemain inti dan cadangan. Namun kemudian, peraturan ini direvisi dengan minimal tiga puluh lima pemain.

Kontestan dari tiap negara akan mendapatkan asrama atau dorm untuk tinggal selama kompetisi Piala Dunia 2018 berlangsung. Lokasinya terpencar di berbagai titik yang selalu berdekatan dengan venue digelarnya kompetisi mulai babak penyisihan di mana negara dalam satu grup akan tinggal di daerah yang sama agar mempermudah jalannya kompetisi.

Secara berkala, perwakilan komite pun terus memeriksa setiap venue pertandingan maupun kondisi akomodasi yang disediakan untuk para kontingen. Di antara ketiga belas stadion yang telah siap digunakan beberapa bulan lagi tersebut, Stadion Luzhniki merupakan venue terbesar di mana babak penyisihan perdana dan final akan digelar.

Categories
Bola

Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2018

Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2018

Pertandingan piala dunia 2018 akan segera digelar tepatnya pada bulan Juni. Ada 32 tim yang akan berlaga di Rusia untuk memperebutkan gelar juara dunia baru. 4 tahun lalu, tepatnya di piala dunia 2014 Brazil, pemenangnya adalah Jerman. Oleh karena itulah tim panser masih dijagokan untuk memenangi piala dunia tahun ini. Banyak tim kuat yang diunggulkan juara FIFA World Cup seperti Brazil, Argentina, Prancis dan Spanyol.

Selain tim unggulan ada juga tim kuda hitam atau yang tidak diunggulkan di gelaran piala dunia 2018. Dulunya pada FIFA World Cup 2002, Korea Selatan berhasil memberi kejutan pada dunia yang bisa menembus semifinal mengalahkan raksasa-raksasa Eropa. Lalu di tahun ini tim manakahh yang diberi julukan sebagai tim kuda hitam dan merupakan tim kejutan?

  1. Islandia

Islandia merupakan tim kuda hitam yang akan memberikan kejutan di piala dunia 2018. Secara mengejutkan, Islandia tampil cemerlang di babak kualifikasi dengan menjadi juara grup dan telah mengantungi 22 poin. Ajang piala dunia 2018 ini merupakan ajang debut mereka di gelaran piala dunia. Pada tahun 2016 sendiri yakni di piala Eropa, Islandia juga memberi kejutan dengan berhasil mengalahkan unggulan Inggris dan bisa menembus babak perempat final. Apakah Gylfi Sigurdsson akan memberikan kejutan di piala dunia tahun ini? Kita lihat saja nanti.

  1. Belgia

Di tahun 2014 lalu, Belgia memang benar-benar menjadi tim kuda hitam. Kemudian di piala Eropa tahun 2016 lalu Belgia sama dengan Islandia dengan mencetak sejarah yakni bisa menembus perempat final. Timnas Belgia saat ini pun memiliki squad yang kuat dan banyak pemain bintang. Sebut saja Thibaut Courtis, Simon Mignolet, Toby Alderweireld, Jan Vertonghen, Vincent Kompany, Thomas Vermaelen, Kevin De Bruyne, Nacer Chadli, Eden Hazard, Dries Mertens, Yannick Carrasco, Alex Witsen, Romelu Lukaku dan masih banyak lagi.

  1. Mesir

Secara mengejutkan, Mesir berhasil menembus piala dunia setelah terakhir berlaga pada tahun 1990. Mesir lolos babak kualifikasi piala dunia zona Afrika dengan meraih 12 poin di grup E. Pemain Mesir saat ini juga banyak yang berlaga di klub besar Eropa, sebut saja pemain-pemain andalan mereka seperti Omar Gaber, Sam Morsy, Mohamed Elneny, Koka, Ahmed Hegazi dan Ramadhan Sobhi. Mesir pun menjadi salah satu tim kuda hitam di gelaran piala dunia 2018. Apakah Mohamed Salah mampu memberikan kejutan di FIFA World Cup 2018?

  1. Iran

Iran merupakan salah satu negara zona Asia yang akan berlaga di piala dunia 2018. Pada zona Asia, yang diunggulkan adalah Jepang, Korea Selatan dan Australia tetapi Iran bisa saja memberikan kejutan nantinya. Meskipun Iran merupakan tim kuda hitam tetapi timnas Iran merupakan raksasa Asia yang bahkan Indonesia saja tidak mampu mengalahkannya. Iran sendiri merupakan negara Asia pertama yang lolos di piala dunia dan akan berada di grup B bersama Spanyol. Grup B sendiri disebut sebagai grup neraka karena ada Spanyol, Portugal dan Maroko. Apakah Iran mampu membuktikan jika mereka merupakan tim terbaik?

  1. Peru

Peru merupakan tim kuda hitam dari zona Conmmebol di piala dunia 2018 ini. Secara mengejutkan Peru telah menyingkirkan Chile pada saat kualifikasi piala dunia 2018. Chile sendiri merupakan juara Copa America yang telah berhasil menyingkirkan tim kuat Argentina. Peru juga sangat menyulitkan Argentina pada saat babak kualifikasi kemarin meskipun berada di peringkat kelima. Timnas Peru nantinya akan bergabung ke grup C bersama Prancis, Australia dan Denmark.

Tim-tim yang akan berlaga di piala dunia 2018 memang sudah ditentukan. Pembagian grup pun sudah dilakukan dan jadwal pertandingan pun juga telah dirilis. Banyak timnas yang diunggulkan untuk juara bahkan tim kuda hitam pun juga berpeluang menjadi juara. Tim kuda hitam merupakan tim yang tidak diunggulkan tetapi jangan salah, biasanya tim kuda hitam malah sering memberikan kejutan.

Kelima tim kuda hitam di atas masing-masing telah memberikan kejutan pada babak kualifikasi, apakah nantinya juga akan memberikan kejutan baru? Kita lihat saja nanti di bulan Juni.